MBG di Rokan Hilir Dibagikan Sekaligus untuk 4 Hari, Wabup Minta Dicek: Pakai Norma Kewajaran!

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut dibagikan sekaligus untuk empat hari kepada siswa di wilayah Ujung Tanjung.
ROKAN HILIR, Riau ( WARTAPOLRI.COM ) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa paket makanan untuk siswa dibagikan sekaligus untuk jatah empat hari.
Praktik yang dinilai tidak lazim itu terjadi di wilayah Ujung Tanjung dan langsung mendapat perhatian dari Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles. Ia menilai distribusi yang dirapel tersebut perlu dicek langsung di lapangan agar pelaksanaan program tidak menimbulkan persoalan baru.
Sorotan itu disampaikan Jhony Charles melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Jumat (13/3/2026) malam. Postingan tersebut cepat viral dan memicu banyak reaksi dari masyarakat.
Dalam unggahannya, Jhony menyebut paket makanan yang dibagikan kepada siswa merupakan jatah untuk empat hari sekaligus, yakni Jumat, Sabtu, Senin, dan Selasa.
“MBG rapel 4 hari dari keterangan (Jumat, Sabtu, Senin, Selasa) mesti benar dicek dan dikawal. SD 007 Ujung Tanjung dan pemilik dapur SPPG-nya Mukmin dari Sintong. TK, SD, MTs, SMP dan SMA yang terletak di Ujung Tanjung,” tulisnya.
Unggahan itu juga menampilkan foto paket makanan yang disebut sebagai menu MBG yang diterima siswa.
Meski demikian, Jhony menegaskan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tetap mendukung program nasional tersebut. Namun ia menekankan bahwa pelaksanaannya harus memperhatikan aspek kewajaran dan kemanusiaan.
“Kita berterimakasih ada MBG, tapi pakai norma-norma kewajaran dan prikemanusiaan,” tulisnya lagi.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Rokan Hilir, Safila, belum mendapat tanggapan. Pesan yang dikirim wartawan melalui aplikasi WhatsApp belum direspons.
Di sisi lain, salah satu kepala SPPG di Kecamatan Bagan Sinembah, Sandi, menjelaskan bahwa paket makanan tersebut memang dibundel sekaligus karena pendistribusian dilakukan menjelang masa libur sekolah.
“Ini pendistribusian untuk libur sekolah, makanya dibundling menu MBG-nya,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi pelajar. Namun dalam beberapa waktu terakhir, pelaksanaannya di sejumlah daerah di Riau juga kerap menjadi perhatian publik.
Selain persoalan pembagian yang dirapel seperti di Rokan Hilir, sebelumnya masyarakat juga menyoroti variasi menu MBG yang dinilai kurang layak serta kualitas makanan yang dipertanyakan di beberapa sekolah. Hal ini memunculkan tuntutan agar pengawasan distribusi, standar menu, hingga pengelolaan dapur penyedia makanan benar-benar diperketat.
Karena itu, berbagai pihak meminta agar evaluasi terhadap program MBG di Riau dilakukan secara menyeluruh agar tujuan utama program, meningkatkan gizi siswa serta benar-benar tercapai tanpa menimbulkan polemik di lapangan. 1403/2026.(Mili Taufik)*** Rls.
