ROKAN HUKU,WARTAPOLRI.COM COMKecelakaan kerja fatal (fatality) kembali terjadi di lingkungan kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Seorang pekerja inisial A (43) tewas karena tertimpa menara rig pada Senin (24/11/2025) pagi kemarin.
Kejadian maut ini terjadi di lokasi 4P-84B, Duri Field, Kabupaten Bengkalis, Riau. Insiden tersebut melibatkan rig PT Arthindo Utama-17 (AU-17), mitra kerja PT PHR dalam pembangunan sumur minyak.
Tak hanya A yang tewas. Namun, dua orang rekannya juga dikabarkan mengalami luka serius dan patah tulang pinggang. Korban A tewas di lokasi kerja. Sementara dua korban lainnya tengah menjalani perawatan intensif.
Corporate Secretary Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida, membenarkan terjadinya kasus kecelakaan kerja tersebut. Ia mengklaim peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan internal.
Kami akan melakukan investigasi secara intensif. Aktivitas rig di lokasi kejadian telah dihentikan sebagai upaya memastikan keamanan dan keselamatan di lapangan,” terang Eviyanti dikutip, Selasa (25/11/2025).
Kasus kecelakaan kerja di lingkungan PT PHR terus berlanjut hingga saat ini. Tercatat, sudah lebih dari 10 orang pekerja tewas, sejak Blok Rokan diambilalih pengelolaannya oleh PHR dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 9 Agustus 2021 lalu.
Kondisi ini memunculkan spekulasi atas kerentanan keselamatan kerja di wilayah Blok Rokan. Pada saat blok minyak ini dikelola oleh CPI, kejadian fatality tak sebanyak saat ini.
Tingginya kasus kecelakaan kerja di Blok Rokan, bertolak belakang dengan klaim prestasinya PT PHR dalam mempertahankan tiga sertifikat ISO Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) pada 7 Agustus 2025 lalu. Kala itu, PHR mempublikasikan berhasil mempertahankan tiga sertifikat, meliputi ISO 9001:2015 (manajemen mutu), ISO 14001:2015 (lingkungan), dan ISO 45001:2018 (keselamatan dan kesehatan kerja).
Saat itu, Direktur SDM PT Sucofindo, David Sidjabat, menyebut ketiga sertifikasi yang diperoleh PHR membawa manfaat besar. Mulai dari peningkatan efisiensi operasional hingga pembentukan sistem kerja yang aman dan berkelanjutan.
- Hanya tiga bulan setelah klaim capaian prestasi itu, faktanya kemarin satu pekerja meregang nyawa di Blok Rokan. (Mili Taufik)**

