GEPSI Mengecam Pemda Inhil Untuk Peduli Fasyankes Daerah Kelurahan Tanjung Pidada

INDRAGIRI HILIR, WARTAPOLRI.COM – Kelurahan Tanjung Pidada adalah Kelurahan hasil pemekaran dari Kelurahan Sungai Salak yang dimekarkan berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pemekaran Kelurahan.Luas wilayah Kelurahan Tanjung Pidada 3.726,5 Ha. Jumlah penduduk Kelurahan Tanjung Pidada 1.566 jiwa dengan jumlah laki-laki 813 orang dan perempuan 753 orang yang terdiri dari 424 kepala keluarga, dengan mayoritas mata pencaharian penduduk adalah bergerak dibidang perkebunan dan pertanian.

Banyak Permasalahan yang terjadi disana, salah satunya adalah Masalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dengan penduduk yang jumlahnya lumayan banyak Tenaga Kesehatannya hanya datang 1 bulan Sekali dan jika ingin berobat, melahirkan dan pelayanan kesehatan harus menyebrang menggunakan pompong/sampan dengan melihat kondisi air. kalau air lagi pasang baru bisa nyebrang ke kelurahan sungai salak.

Pernah Terjadi kejadian ketika salah satu masyarakat mau melahirkan dan air dalam keadaan surut terpaksa masyarkat melahirkan/bersalin secara mandiri dirumah, sangat miris sekali. padahal antusias warga untuk berobat dan konsultasi tentang kesehatan sangat tinggi, terbukti ketika kami berkunjung kesana dan melakukan Cek Kesehatan Gratis, masyarakat berbondong bondong ingin di cek kesehatannya.

Witono PLH PRESIDEN GEPSI Mengatakan banyaknya Infrastruktur rusak, fasilitas umum tidak terawat seperti Puskesmas dan kantor lurah yang sangat tidak layak lagi untuk di huni. Kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan masyarakat mulai resah dan kehilangan kesabaran terhadap janji janji yang di ungkapkan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat terkhususnya masyarakat kelurahan tanjung pidada.

Anugerah Pemuda Kecamatan Keritang Mengatakan minimnya akses transportasi yang melalui lintas air dan mengikuti pasang surut sangat sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari, ditambah lagi tidak ada Nakes di kelurahan tersebut membuat masyarakat khawatir akan kesehatannya 


“Kami merasa ditinggalkan oleh pemerintah daerah,” kata salah satu masyarakat Tanjung Pidada, yang tidak ingin disebutkan namanya. “Kami telah meminta bantuan untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas umum, tapi tidak ada tanggapan.” ujar masyarakat setempat.

Bupati INHIL tidak tanggapiu paya untuk kemajuan kelurahan tersebut masyarakat butuh solusi dari pihak pemerintah terkait pembenahan daerah tersebut kami sebagai masyarakat sangat berharap kepada bapak bupati agar tanggap membenahi permasalahan ini, Witono Pemuda kecamatan Kempas.(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *