PERANAP INHU, WARTAPOLRI.COM – Malang tak dapat ditolak, mujurpun tak bisa diraih. Pepatah inilah yang dialami 15 bangunan berkisar selama 2 jam habis membumi dilahap si jago merah. Hasil pantauan dan awal terjadinya kebakaran yang menghanguskan belasan kedai dan toko tersebut terjadi sekira jam 20 45 wib, Dimana disaat iti bertepatan masuk atau sedang waktu mshokat isya. Suasana malam yang semula tenang di kawasan Pasar Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), berubah drastis menjadi kepanikan pada Selasa (24/2) sekitar pukul 20.00 WIB. Kobaran api tiba-tiba membesar dan melalap sejumlah bangunan di area pasar, memicu kepanikan warga dan pedagang.
Dari pantauan di lokasi, api terlihat membumbung tinggi menerangi langit malam. Asap pekat menyelimuti kawasan pasar, sementara suara teriakan warga bersahut-sahutan di tengah situasi yang mencekam.
Ratusan warga dan pedagang berhamburan menyelamatkan diri. Sebagian berusaha mengevakuasi barang dagangan mereka, sementara lainnya mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan tiba. Angin yang bertiup cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya
Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan dari Polsek Peranap, Koramil 05/Peranap, Satpol PP, serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) langsung turun ke lokasi. Dan Puluhan warga juga ikut berusah ikut membantu .
Kapolsek Peranap, Iptu Yopi Ferdian, S.H., M.H., M.Si., Danramil 05/Peranap Kapten Inf Awatrianson, serta Camat Peranap Benny Aperta, SE,. terlihat berada di lokasi, mengawal langsung proses pemadaman.
Petugas bahu-membahu berupaya melokalisir api agar tidak merembet ke permukiman warga yang lebih padat. Meski menghadapi tiupan angin yang cukup kuat, kerja keras personel Damkar yang dibantu TNI-Polri perlahan mulai membuahkan hasil. Titik-titik api berhasil dijinakkan secara bertahap. Empat toko mas yang ikut terbakar, H.Amrizal alias H.Siam saat api membakar toko masnya , disela – sela kerumunan warga ,awak media ini sempat berucap ,mengalami kerugian emas dan uang tunai dalam berangkas sejumlah lebih kurang Rp 300 juta , ucap H Siam
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat berwenang masih memfokuskan upaya pada proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
“Kami belum mengetahui secara pasti asal mula api. Saat ini fokus utama adalah pemadaman total. Setelah situasi benar-benar kondusif, kami akan melakukan pengecekan mendalam dan olah TKP guna memastikan penyebab kebakaran,” ujar Camat Peranap, Benny Aperta, SE, di lokasi kejadian.
Sampai saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun total kerugian materiil akibat insiden tersebut. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mendekati area yang masih panas demi keselamatan bersama.24/02/2026 , ( Mili Taufik )***
