INDRAGIRI HILIR, WARTAPOLRI.COM RIAU — Hutan-hutan bakau menhijau ( hutan
mangrove ) , dan ketika tangan – tangan jahil merusak dengan cara tak memilik aturan , teroantau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kini berada di tepi jurang kehancuran. Pembabatan hutan yang terus terjadi, baik secara legal maupun ilegal, telah mengoyak benteng terakhir ekosistem yang selama ini menjadi penyangga kehidupan manusia dan satwa. Ironisnya, perusakan itu dilakukan oleh tangan-tangan yang tak pernah mau mendengar suara alam.
Hutan Inhil bukan sekadar hamparan pepohonan. Ia adalah rumah bagi ribuan makhluk hidup, penjaga keseimbangan air, penahan banjir, serta benteng alami dari bencana ekologis. Namun hari ini, hutan itu dilucuti demi kepentingan nafsu ekonomi jangka pendek, tanpa memikirkan harga mahal yang harus dibayar oleh generasi mendatang.
“Satwa liar yang dahulu hidup tenang kini menjelma menjadi ancaman. Seekor harimau yang kehilangan habitat alaminya berkeliaran dari desa ke desa, membawa amarah yang tak terbendung. Dalam keputusasaan, ia menerkam para petani, meninggalkan ketakutan dan duka di tengah masyarakat.”
Jurnalis Hijau Independen hadir sebagai representasi suara alam suara yang selama ini diabaikan, ditindas, dan dipaksa bungkam. Alam terus berteriak meminta pertolongan, memohon agar ruang hidupnya tidak dimusnahkan atas nama keuntungan segelintir pihak.
Jeritan itu bukan tanpa peringatan. Banjir yang semakin sering, tanah longsor, rusaknya lahan gambut, serta perubahan iklim mikro adalah alarm keras dari alam yang mulai murka. Ketika hutan ditebang tanpa kendali, bencana bukan lagi kemungkinan, melainkan kepastian. Dan seperti biasa, rakyat kecil menjadi korban pertama.
Lebih menyedihkan, hingga kini penegakan hukum masih tampak tumpul. Pengawasan lemah, pembiaran terjadi, dan kepentingan modal kerap berdiri lebih tinggi dari keselamatan lingkungan dan nyawa manusia.
Jika jeritan alam terus diabaikan, maka kemarahan alam akan datang tanpa kompromi. Banjir dan longsor bukan sekadar musibah, melainkan konsekuensi dari keserakahan yang dipelihara.
Menyelamatkan Hutan Inhil berarti menyelamatkan kehidupan itu sendiri. Diam adalah bentuk kejahatan baru. Saatnya semua pihak pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat berdiri di sisi alam, sebelum semuanya terlambat. ( TIM )**
