TEMBILAHAN INHIL, WARTAPOLRI.COM —
Seperti yang telah beredar di media klik MX.com Jum’at 9 januari 2026 H Herman sebagai saksi perkara korupsi pengadaan premium ramadan baznas 2024 lalu.
Setelah masyarakat membaca berita tersebut “Herman menambahkan, selama Ramadan, dirinya selalu berkeliling Inhil untuk safari Ramadan, dan hanya sekali kembali ke kediaman.Karena itu, ia tidak pernah mengetahui secara rinci alasan penitipan paket maupun dasar hukum yang digunakan.
Masyarakat pembaca bertanya, Jika bupati inhil tidak mengetahui secara rinci penitipan paket atau pun dasar hukumnya atas dasar apa paket BAZNAS tersebut di bagikan,dan atas perintah siapa.
Jaksa Penuntut Umum ( JPU) juga menghadirkan tiga saksi lain. Mereka adalah Heru selaku pengawal Pj Bupati Herman, Polter selaku Kabid Kebersihan di DLHK Inhil dan Yusra selaku Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Inhil.
Namun, berdasarkan penghitungan yang ia lakukan, jumlah paket yang dititipkan di kediaman Pj Bupati hanya sebanyak 2.466 paket, meskipun sebelumnya ia mendapat informasi bahwa jumlah paket keseluruhan mencapai 3.000.
Tim yang membagi paket premium BAZNAS 2024 dalam sepuluh kecamatan ia lah
Kecamatan Batang Tuaka.
Kecamatan simpang gaung.
Kecamatan gaung anak Serka.Telum pinang.
Kecamatan Kampas.
Kecamatan kemuning, pengalihan.
Kecamatan Kuala Indragiri Tanjung Lajau.
Kecamatan Tanah Merah.
Kecamatan Teluk belengkong Gembaran.
Kecamatan Tembilahan pekan Arbak.
Kecamatan tembilahan hulu pekan kamis.
Siapakah yang membentuk tim ini sementara bupati inhil H Herman menyanggah di persidangan tidak pernah mengetahui secara rinci alasan penitipan paket maupun dasar hukum yang di gunakan.
Sementara paket BAZNAS 2024 telah habis di bagikan oleh koordinator di sepuluh kecamatan tersebut.10/01/2026. ( Mili Taufik)**
