INDRAGIRI HULU – Figur seorang Mardi atau yang akrab disapa Bujang Korek pribadi rendah jati dan selalu membantu sesama dan sosial boleh dibilang cukup baik , terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI), Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Mardi yang kesehariannya selalu disapa akrab alias Bujang korek dipilih melalui proses Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) F.SPTI-K.SPSI, hasil hak surat pernyataan rekomendasi 28 pengurus unit kerja (PUK) yang digelar di Hotel Miki Mutiara, Belilas, Kecamatan Seberida, Kamis (24/04/2025).
“Terjadinya aklamasi ini keinginan anggota, harus dilaksanakan karena organisasi ini kedaulatan tertinggi adalah ditangan mereka,” kata Nelson Manalu selaku Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) F.SPTI K.SPSI Provinsi Riau.
Ditegaskannya, ketika mereka (anggota) sudah bersepakat dan memenuhi semua AD/ART merupakan amanah yang harus dilaksanakan.
Disinggung apakah karena adanya dualisme kepengurusan F.SPTI-K.SPSI di Inhu makanya terjadi Muscablub, Nelson Manalu secara tegas bahwa pada dasarnya merujuk AD/ART Muscablub itu terjadi karena melihat kondisi kepengurusan.
“Diantaranya, karena ketuanya meningal dunia, berhalangan tetap atau mengundurkan diri ataupun adanya sesuatu pengurus tidak dapat menjalankan fungsinya,” terangnya.
Secara khusus terjadi di Inhu yang mengaku sebagai pimpinan serikat. Keresahan itu menimbulkan polemik alhasil anggota memerlukan pemimpin yang lebih tegas untuk mengayomi dan memperjuangkan hak-hak angota.
Sementara itu, Ketua F.SPTI-K.SPSI terpilih, Mardi atau yang lebih familiar dipanggil Bujang Korek dalam keseharian mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota serikat atas kepercayaan yang telah diberikan memimpin organisasi ini.
Mungkin saja mereka ingin perubahan kepemimpinan makanya saya terpilih, soalnya ketua sebelumnya Mukson memimpin serikat ini selama 20 tahun. Besar kemungkinan sebagian sudah bosan,” pungkasnya.(Taufik)**

