WARTAPOLRI COM, INHU RIAU — Momen sangat bersejarah terutama bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu . Kenapa tidak tepat ditanggal 05 Januari disetiap tahunnya sudah menjadi agenda tahunan . Mengenang sejarah kota Rengat Berdarah . Kegiatan perdana di tahun 2026 dilakukan Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto SSos MSI, memimpin upacara hari bersejarah Kota Rengat. Dimana, 5 Januari 1949, dikenal sebagai peristiwa Rengat Berdarah. Pembantaian rakyat sipil oleh tentara kolonial Belanda.
Pada hari itu juga rakyat yang tidak bersenjata, baik laki-laki dan perempuan serta anak-anak menjadi korban kebrutalan penjajahan. Mereka gugur bukan karena kelemahan, tetapi karena keberanian mempertahankan martabat bangsa.
Rengat menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia tidak datang dengan damai, tetapi ditebus dengan darah dan nyawa. “Hari ini, 5 Januari, bukanlah hari biasa bagi Inhu. Hari ini adalah hari duka, hari perjuangan dan hari kehormatan,” ujar Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto.
Menurutnya, sejarah itu wajib dikenang, bukan untuk membuka luka lama. Namun untuk menegaskan jati diri sebagai daerah yang lahir dari semangat perlawanan dan keberanian.
Upacara hari ini juga memiliki makna strategis. Karena menjadi upacara perdana Pemerintah Kabupaten Inhu di tahun 2026. “Saya sengaja mengawali tahun kerja dengan mengenang peristiwa berdarah ini, agar setiap ASN memahami bahwa pengabdian kita hari ini adalah kelanjutan dari perjuangan para pahlawan kemarin,” ungkapnya.
Jika dahulu rakyat Rengat berani melawan senjata dengan tekad. Maka hari ini kita dituntut berani melawan kemalasan, ketidakdisiplinan, pelayanan yang lamban serta pengelolaan anggaran yang tidak bertanggung jawab. “Inilah esensi gerakan perubahan Inhu maju yang saya dan wakil bupati canangkan. Gerakan perubahan Inhu maju adalah gerakan reformasi kerja yang menuntut perubahan nyata,” tegasnya Bupati 05/01/2926. ( Mili Taufik )**

