Indragiri Hulu Riau ,wartapolri.com
Program Bantuan Sosial (Bansos) yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di Desa Semelinang Tebing, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, kembali menuai sorotan dan keluhan dari warga setempat. Kontroversi ini muncul setelah beredar dugaan bahwa sejumlah penerima Bansos di desa tersebut justru berasal dari kalangan ekonomi yang dinilai mampu.
Salah seorang warga Desa Semelinang Tebing, yang meminta identitasnya diinisialkan sebagai SN 35 tahun mengungkapkan keluhannya mengenai ketidaktepatan sasaran penyaluran bantuan ini.
“Kami lihat ada warga yang menerima Bansos, padahal ekonominya lumayan, bahkan punya mobil pribadi dan rumah yang tergolong mewah,” ujar SN saat dikonfirmasi via telepon selular, Selasa (9/12). “Ini jelas sangat tidak adil bagi warga lain yang benar-benar membutuhkan dan berhak menerima bantuan dari pemerintah,” tambahnya.
Menurut salah seorang warga Desa Semelinang Tebing (SN) , data penerima Bansos yang tidak tepat sasaran ini menunjukkan adanya masalah serius dalam proses validasi dan verifikasi data di tingkat desa. Bansos, yang bersumber dari anggaran negara, seharusnya menjadi jaring pengaman sosial (JPS) bagi kelompok paling rentan, bukan untuk menambah fasilitas bagi mereka yang sudah berkecukupan.
Kepala Desa Sulit Dikonfirmasi
Untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi mengenai dugaan ini, tim media telah berupaya menghubungi Kepala Desa Semelinang Tebing, Rismalinda.
Upaya konfirmasi dilakukan melalui telepon selular dan pesan instan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Rismalinda tidak memberikan respons. Panggilan telepon yang dilayangkan tidak pernah diangkat, dan pesan WhatsApp yang dikirimkan pun tidak pernah dibuka atau dibalas.
Ketiadaan respons dari Kepala Desa Semelinang Tebing ( Rosmalinda) semakin menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat terkait transparansi dan akuntabilitas penyaluran Bansos di wilayahnya.
Desakan Warga untuk Audit Data Penerima
Warga Semelinang Tebing berharap Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, melalui Dinas Sosial terkait, segera mengambil tindakan tegas.
“Kami mendesak agar data penerima Bansos di Desa Semelinang Tebing segera diaudit dan diverifikasi ulang secara menyeluruh,” kata SN. “Penerima yang terbukti memiliki ekonomi yang mampu harus dikeluarkan dari daftar dan digantikan dengan keluarga yang benar-benar layak,” tutupnya.
Masyarakat menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memastikan bahwa seluruh program bantuan sosial tepat sasaran dan benar-benar membantu meringankan beban hidup masyarakat miskin sesuai peruntukannya. Namun dalam pelaksanaannya selalu menimbulkan kegaduhan di tengah _ tengah masyarakat . Kondisi ini dlsebabkan oleh data warga yang tidak sesuai dengan apa yg terjadi . Banyak warga di berbagai Desa dan Kelurahan terdapat warga yang tergolong kaya punya mobil mewah punya ternak sapi dan rumahnya terlihat katagori mewa bisa mendapatkan BLT atau sejenisnya bantuan dari pemerintah . Disisi lain Camat Peranap Kabupten Indragiri Hulu, (Yusri Erdi M.pd ) saat diminta tanggapan oleh wartawan melakui celulernya dengan no wa 08127680836 mengatakan, tidak lagi menjadi rahasai umum bahwa data warga yang berhak menerima Bantuan Langsung Tuna (BLT) Realitanya dilapangan selalu bertolak belakang. Dan lagi data tersebut belum ada pembaharuan dan lagi masih data yang dikirm dari pusat sepertinya masih data yang lama _Sehingga persoalan tersebut tidak saja di Desa Semelinang Tebing , melainkan secara umum terjadi . Dan kami dari pemerintah Kecamatan akan berupaya untuk mendata ulang warga yang benar _ benar tergolong miskin ungkapnya , Yusri Erdi. 10/12/2025. ( Mili Taufik)***

