Hingga berita ini diturunkan, tensi di wilayah hukum Kuansing dilaporkan menegang seiring dengan berlangsungnya operasi sterilisasi oleh tim penyidik KPK.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, KPK tidak memberikan ruang bernapas bagi para terduga. Korps pemberantas korupsi ini membagi tim untuk bergerak ke beberapa titik krusial secara bersamaan:
1. **Pemeriksaan Bupati Kuansing:** Saat ini, orang nomor satu di Kabupaten Kuansing tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di Mapolres Kuansing.
2. **Penggeledahan Rumah Sekda:** Kediaman Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing tak luput dari penggeledahan guna mencari dokumen dan bukti digital terkait aliran dana.
3. **Penggeledahan Rumah Kabag Umum:**
Tim KPK lainnya juga mengobrak-abrik rumah Kepala Bagian (Kabag) Umum untuk melengkapi teka-teki kasus dugaan pemerasan dan pencucian uang ini.
Pemeriksaan Bupati Kuansing di Mapolres Kuansing berjalan dengan pengamanan super ketat. Gerbang masuk Mapolres dijaga berlapis oleh personel Brimob Polda Riau dengan senjata laras panjang. Ketatnya penjagaan ini membuat para kuli tinta (awak media) tertahan di luar dan dilarang keras memasuki area pemeriksaan.
Aksi “barikade” ini langsung memicu reaksi keras dari insan pers. Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kuansing, **Rusman**, menyayangkan sikap aparat yang dinilai membatasi ruang gerak jurnalis dalam mencari informasi.
Kami sangat menyayangkan adanya pelarangan bagi awak media untuk memantau jalannya pemeriksaan ini. Tugas jurnalis dilindungi undang-undang untuk menjamin keterbukaan informasi publik, apalagi ini menyangkut kasus besar yang melibatkan kepala daerah. Publik berhak tahu!” tegas Rusman dengan nada kecewa.
Sampai saat ini, proses pemeriksaan dan penggeledahan masih berlangsung dinamis. Belum ada pernyataan resmi dari juru bicara KPK maupun pihak Polres Kuansing terkait status hukum Bupati serta barang bukti apa saja yang berhasil disita dari rumah Sekda dan Kabag Umum.
Masyarakat Kuansing kini tertuju pada satu pertanyaan besar: *Siapa saja yang akan mengenakan rompi oranye setelah operasi besar-besaran dari KPK ini selesai..? 29/06/226..(Mili Taufik )***

