
CERENTI KUANSING , RIAU (WARTAPOLRI COM) —
Penelusuran awak media ini di lapangan menunjukan bahwa Ratusan buah PETI ,pelaku penambang emas tanpa izin sepertinya tak menghiraukan Aparat Penegak Hukum ( APH ). Kondisi tersebut puluhan bahkan ratusan ponton PETI dalam razia dilakukan , tidak satu pun manusia pelaku tambang emas yang ada ditangkap. Sehingga dalam realitanya itu yang terjadi beberapa kali tindakan tegas dari kepolisian cerenti berhasil menangkap pelakunya . Ponton PETI yang dibakar dan juga dirusak berbagai fasilitas alat tambang emas tidak membuat efek jera bagi para pelaku . Jika APH ingin memberantas aktifitas PETI tidak bisa hanya ponton saja yang dibakar dan dirusak, namun hulunya ( penjual berbagai peralatan peti , penadah dan para pekerjanya) tidak ikut diambil tindakan tegas, maka jelas tidak akan jera atau tidak takut terhadap sangsi berlaku, demikian berbagai celotehan di warung – warung minuman yang sempat didengar awak media pada Senin 22/06/2026 di Cerenti .

Apa pun alasan bagi siapapun , setiap aktifitas yang berbauh Ilegal maka tak bisa dibenarkan dimata hukum. Berbagai asumsi dari kebanyakan orang apa lagi bagi pelaku PETI , Pasti akan berkata bahwa PETI merupakan mata pencaharian untuk perut. Ucapan dan bahasa – bahasa seperti itu sudah sering didengar, Anehnya lagi, disetiap Desa dimanapun itu, pasti ada Aparat Penegak Hukum (APH) ,Seperti Bhabinkamtibmas , Babinsa, mustahil tidak tahu adanya aktifitas Ilegal di wilayah binaannya . Ucap salah seorang warga di Desa Pulau bayur, yang tak mau ditulis identitasnya, sayavtidak ada kepentingan dalam hal ini, namun saya heran setelah ada razia dan tindakan tegas dilakukan polisi bahkan ada razia gabungan, tak berapa lama PETI kembali beraktifitas , ungkapnya sekaligus mengakhiri ceritanya dengan awak media ini . (Mili Taufik)***
