Sorotan Publik Meningkat, Ratusan Ponton PETI di Sungai Kuantan Wilayah Hukum Polsek Cerenti, Kapolres Kuansing Janji Koordinasi Penindakan

KUANSING,RIAU (WARTAPOLRI COM) – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan wilayah Kecamatan Cerenti kembali mencuat. Pada Sabtu (30/05/2026), warga setempat kembali menyampaikan keluhannya kepada redaksi media terkait aktivitas PETI yang hingga kini dinilai masih berlangsung secara bebas dan terbuka.

Dalam pernyataan singkat yang diterima redaksi, seorang sumber masyarakat mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.
“Athia, ke mana lagi kami berharap. Tolong dong, di aliran Batang Kuantan Cerenti jangan ada lagi aktivitas PETI. Semakin dinaikkan berita, semakin bertambah aktivitasnya di Sungai Kuantan Cerenti. Nggak pernah ditertibkan secara serius. Setiap diterbitkan cuma sebagai sampel. Hidup macam apa ini, guru,” tulis sumber tersebut melalui akun pribadinya.
Pernyataan itu muncul menyusul pemberitaan sebelumnya yang menyoroti maraknya aktivitas PETI di wilayah Desa Pulau Jambu dan Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan informasi dan dokumentasi video yang diterima redaksi beberapa waktu lalu, jumlah rakit mesin ponton yang beroperasi di aliran Sungai Kuantan disebut mencapai ratusan unit dan diduga terus bertambah.
Ironisnya, meskipun aktivitas tersebut telah berulang kali menjadi sorotan publik dan diberitakan berbagai media, masyarakat menilai penanganan yang dilakukan selama ini belum memberikan efek jera terhadap para pelaku PETI.
Warga menyebut aktivitas tambang ilegal tersebut berlangsung siang dan malam secara terang-terangan. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, aktivitas PETI juga disebut semakin mengancam keberlangsungan ekosistem Sungai Kuantan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Air sungai yang semakin keruh, kerusakan habitat perairan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat menjadi keluhan yang terus disampaikan warga.
Di sisi lain, selama proses konfirmasi dan pemberitaan yang dilakukan media terkait aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Cerenti, wartawan sekaligus Redaksi Media Intelijen Jendral.com, Athia, mengaku nomor WhatsApp miliknya telah diblokir oleh Kapolsek Cerenti.
Menurut Athia, pemblokiran tersebut terjadi saat dirinya aktif melakukan konfirmasi terkait aktivitas PETI yang berlangsung di wilayah hukum Polsek Cerenti, meliputi Kecamatan Cerenti dan Kecamatan Inuman yang berada di bawah kepemimpinan IPTU Peri Padli, S.H.
Meski demikian, upaya penyampaian informasi kepada aparat penegak hukum tetap dilakukan. Athia kemudian meneruskan sejumlah pemberitaan yang telah terbit, dokumentasi video aktivitas PETI, serta keluhan terbaru masyarakat kepada Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Kuansing memberikan respons cepat melalui pesan WhatsApp.
“Terimakasih infonya bang, kami koordinasikan dengan stakeholder terkait untuk penindakan,” tulis AKBP Hidayat Perdana.
Pernyataan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menantikan langkah nyata dan tindakan tegas terhadap aktivitas PETI yang terus berlangsung di sepanjang aliran Sungai Kuantan wilayah Cerenti dan Inuman.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait tidak hanya melakukan penertiban sesaat, melainkan mampu mengambil langkah konkret dan berkelanjutan guna menghentikan aktivitas tambang ilegal yang dinilai semakin merusak lingkungan serta berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI yang menjadi sorotan masyarakat tersebut masih terus menjadi perhatian publik. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. 30/05/2026. ..
( Mili Taufik )***
