AKSI PETANI RIAU DAN JAMBI, TERKAIT LAHAN KEBUN SAWIT SEPERTINYA PEMERINTAH MEMANDANG SEBELAH MATA…..?

INDRAGIRI HULU, WARTAPOLRI.COM – Aksi berjalan kaki menuju istana negara yang sedang dilakukan petani dari Riau bersatu dengan Petani dari Jambi, kondisi tersebut masih tetap dalam tujuan meminta keadilan kepada pemerintah pusat. Kondisi para kelompok aksi dikutif melalui celuler koordinator pada awak media ini menyampaikan, Perjuangan panjang para petani di dua provinsi yakni Riau dan Jambi yang memperjuangkan hak hak masyarakat dalam bercocok tanam bidang perkebunan kini Berjatuhan karena fisik mulai melemah bahkan kini banyak yang terkulai karena sakit, namun Pemerintah masih belum merespon suara hati masyarakat Petani yang melakukan aksi di depan gedung megah milik NKRI ini.

Ratusan pejuang Aksi jalan kaki dari mulai pelabuhan merak hingga ke kota metropolitan yang hingga kini pada hari ke 14 masih bertahan dan bertenda di depan gedung kementerian kehutanan Republik Indonesia, “karena belum mendapat Respon oleh pemangku kepentingan , dan saat ini sejumlah Petani mulai melemah fisik nya dan bahkan sejumlah petani jatuh sakit, karena salah satunya Faktor cuaca, apa lagi ditambah cuaca yang kurang mendukung yang akhir akhir ini curah hujan mulai padat” ujar Hasbullah salah seorang PH Petani di Inhu itu Minggu 16/12/2024.

Dikatakan Hasbullah SH, sampai hari ke 14 Petani masih bertahan dan bermalam di depan gedung kementerian kehutanan karena kami menunggu jawaban apakah kami harus dibunuh atau kami mendengar tanda tanda kehidupan untuk Dimasa mendatang dari petinggi di gedung megah ini, ucapnya kesal

Jika kami terus dibiarkan tanpa ada yang mau mendengarkan aspirasi kami dari petinggi yang menguasai gedung ini, maka sama artinya kami dibiarkan mati , dan sama pula artinya kami dibunuh, tapi jika Pemerintah Presiden Prabowo dan Gibran menyikapi aspirasi kami dengan arif dan bijaksana maka kami percaya apa yang selama ini di kampanyekan oleh pak Prabowo benar benar membela rakyat

Sudah pada hari yang ke 14 sejak keberangkatan dari pulau sumatera hingga ke pulau Jawa ini, artinya rentang waktu yang kami anggap sangat panjang ini sudah cukup memberikan isyarat kepada pemerintah bahwa kami benar benar butuh perlindungan hukum dari Pemerintah pusat. Namun rentang waktu yang cukup panjang ini belum mendapat Respon positif dari kementerian kehutanan dan ini artinya pemerintah hanya Pandang sebelah mata kepada masyarakat Petani yang saat ini tengah melakukan aksi, ” kini saatnya kami menguji kebenaran ucapan Presiden Prabowo dan Gibran yang selalu akan memihak kepada masyarakat” paparnya,

Editor: Taufik**

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *