
PERANAP, INHU (WARTAPOLRI.,COM)
Kebakaran Lahan dan Hutan (KARHUTLA) selalu terjadi diberbagai tempat. Kondisi kemarau yang berkepanjangan ini, rentan terjadinya kebakaran. Pembukaan lahan perkebunan dengan cara dibakar juga selalu terjadi dimana – mana. Akibat dari pembukaan lahan oleh warga masyarakat menimbulkan efek tercemarnya kondisi udara.
Pantauan awak media ini terutama terlihat di Kecamatan Peranap Asap tebal sepertinya menyelimuti jantung kota Kecamatan Peranap.

Sehingga bagi pengendara kenderaan harus ekstra hati – hati. Pemandangan agak terganggu oleh kabut asap dan diduga kiriman dari daerah tetangga, Jambi, Pelalawan dan Inhil, Daerah yang berada di pesisir (tanah gambut) yang terjadi kebakaran banyak menghasilkan asap dan sistem pemadamannya pun memakan waktu lama. Berbeda jika kebakaran terjadi di lahan mineral penangannya juga memakan waktu lama, namun penanganannya tidak sesulit lahan tanah gambut.
Selanjutnya kondisi di Kecamatan Peranap hingga berita ini ditayangkan kondisi kabut asap masih terjadi Pekat dan begitu menyengat. Anak – anak pelajar siswa /i dari SMAN 1 Peranap terlihat hari ini kembali cepat dipulangkan. Disisi lain Camat Peranap ( Benny Aperta. SE) terkait kabut asap yang terjadi di Kecamatan Peranap pada awak media ini mengatakan,
musibah kabut asap ini merupakan tanggung jawab bersama. Unsur Pimpinan Kecamatan (UPIKA) terutama Kecamatan Peranap, tetap komitmen dalam menyikapi dengan cepat, apa lagi jika ada terjadi kebakaran tidak menunggu lama, Langsung terjun kelokasi, kolaborasi dengan polsek Peranap , Danramil 05 Peranap – Satpol PP dan juga melibatkan berbaga elemen lainnya , seperti dari perusahaan dalam penanganannya guna mengatasi, pencegahan , dan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dalam pembukaan lahan perkebunan.
Upaya kerja keras bersama tersebut selalu dan sudah dilakukan, baik sesudah atau sebelumnya agar tidak membakar lahan. Terangnya Camat Peranap, Benny. Pada Selasa 15/09/2026..
(Mili Taufik) ***
