
PEKANBARU ,RIU (WARTAPOLRI.COM)—Open House di kediaman Rumah Dinas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Riau, Ir. H. SF Hariyanto, MT menyisahkan kesan tidak baik akibat ulah salah seorang oknum Staf Plt Gubri.
Bukan tidak beralasan Masyarakat Pekanbaru datang ke Kediaman Plt Gubri SF Hariyanto. Karena itu sudah sesuai informasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Riau melalui Kadis Kominfo Riau sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Karena sebelumnya Plt Gubri melalui Kadis Kominfo Riau telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa, meskipun ada instruksi dari Mendagri, Tito Karnavian melarang Pejabat Penyelenggara Negara untuk tidak menggelar Open House secara berlebihan karena beban anggaran masih fokus ke Bencana Alam dan kesenjangan Sosial lainnya.
Namun demikian, Plt Gubri tetap melaksanakan Open House secara sederhana dan tetap membuka Pintu untuk dikunjungi Masyarakat Riau bersilaturahmi pada Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H 2026 M yang jatuh pada Sabtu, (21/3/2026).
Kediaman Plt Gubri, terlihat dari pantauan sejumlah Awak Media sejak pagi usai Solat Id hingga sore hari Pukul 17.00 WIB, ramai membludak, mulai dari Masyarakat, Tokoh Masyarakat dan Kepala Daerah antara lain, Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby.
Pada sore itu, sejumlah Wartawan yang hendak menghampiri Plt Gubri menyalami pamit pulang, seorang Staf yang mengenakan Baju warna Merah Hati dengan satu unit HT di Kantong Baju, menghalangi Wartawan untuk bertemu SF Hariyanto.
“Mau ngapain bang?,” kata pria yang belum diketahui identitasnya itu seraya membentangkan tangannya menghalangi, namun Wartawan berhasil mengambil Foto wajahnya.
“Kami pamit pulang bang, kami mau Salami pak Plt Gubri,” kata Wartawan inisial (Bo) yang merupakan Pimpinan salah satu Media Siber / Online dan juga Ketua salah satu organisasi Wartawan di Riau.
“Tunggu dulu bang,” katanya lagi. Bo mengatakan, Plt Gubri tidak ada lagi orang yang mendampingi. Lalu pria itu mendorong sambil mengatakan, “Sebentar aja,” katanya.
Namun, sambil pria itu mengatakan sebentar saja, sambil tangannya memegang Punggung lalu mendorong sekitar 3 meter.
Bo kesal dan langsung mengatakan, “Jangan mendorong lah, Anda ini siapa, sopan lah dan jaga etika, saya ini bukan perampok dan juga bukan pencuri uang Rakyat hingga kamu perlakukan saya seperti ini,” kesal Bo disaksikan sejumlah Wartawan lainnya.
Bo juga mengingatkan pria itu, “Saya bukan orang baru di hadapan Plt Gubri, beliau sudah kenal dengan saya sejak Tahun 2004 saat beliau menjadi Pimpro (sekarang PPTK) proyek di Jalan Muara Fajar, Rumbai dan Proyek Jalan di Jalan Sepakat, Kulim ketika itu,” sebut Bo.
Lanjutnya, “SF Hariyanto juga sering memanggil saya di ruangan kerjanya terkait koordinasi kelanjutan perkembangan pembangunan Jalan Sei Akar-Bagan Jaya di Inhil, Jembatan, termasuk Kawasan Danau Kebun Nopi di Kuansing dan terakhir pembangunan Gedung PUPR Riau di Jalan SM Amin. Mulai dia PPTK, Kasi Pembangunan, Kabid Bina Marga dan Kepala Dinas PU Riau, kami sering jumpa,” ungkap Bo kepada pria itu.
Kemudian Pria itu yang tadinya berdiri berjaga mengawal Plt Gubri, langsung menjauh dan duduk di Meja arah depan SF Hariyanto. Sebelumnya, Bo juga sempat bersalaman dengan Kadis Nakertrans Riau dan Kadis Kesbangpol Riau.
Bo menganggap SOP pelayanan tamu oleh oknum Staf terlalu berlebihan, arogan, tidak sopan dan tidak menjaga etika, tentu ini berdampak buruk terhadap Pimpinan Pemerintahan dan sebagai Kepala Daerah Riau.
“Kawan-kawan saya kesal dan kecewa melihat insiden itu hingga langsung memotret atau mengambil Foto oknum tersebut. Saya minta kepada Plt Gubri evaluasi Staf yang tidak sopan dan arogan, ganti dengan Staf yang Humanis dan ber etika baik tentu nya,” harap Bo.
“Bukan mendahului, namun saya pastikan Plt Gubri SF Hariyanto bukanlah orang hebat, bukan orang suci tidak terlibat Korupsi, karena saya tahu karakter beliau sejak Tahun 2004 hingga Kampanye Pilgubri 2024 lalu. Itu saja dulu,” pungkas nya.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, belum memberikan klarifikasi secara resmi atas insiden ini. Namun, Redaksi Media ini membuka ruang kepada pihak yang disebutkan namanya dalam berita ini guna untuk keterangan klarifikasi demi berimbangnya informasi kepada publik. (Tim) Editor : Redaksi . ( Rls/ Mili Taufik )**
