POLUSI UDARA MENJELMA DARI PABRIK PT PCS , MASYARAKAT MINTA PEMERINTAH TURUN GUNUNG CEK LANGSUNG.

WARTAPOLRI. COM, KUANTAN SINGINGI – Asap hitam tebal yang keluar dari cerobong pabrik PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS), perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Singingi, Kuantan Singingi, Riau, telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar akan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.

PKS PT PCS sudah beroperasi, tapi belum melakukan komisioning dan pembukaan oleh Pemda. Bahkan, DPRD Kuansing sudah memanggil pihak perusahaan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan pelanggaran.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, menyatakan akan memantau perusahaan tersebut. “Perusahaan ini akan kita pantau, izin pabrik tersebut belum kita dengar, atau izinnya mungkin dari Provinsi, nanti kita cek,” kata Suhardiman Amby, Selasa (10/02/2026).

Komisi II DPRD Kuansing telah melakukan pemanggilan terhadap pihak PT PCS untuk RDP. “Pihak dari PKS PT PCS sudah dipanggil oleh DPRD Komisi II, pemanggilan pada saat acara hering di DPRD Kuansing bersama jajaran Pemda, berkemungkinan dalam waktu dekat tim terpadu bakal turun Ke perusahaan,” ucap anggota DPRD Kabupaten Kuansing, Hengki Prima Hidayat, pada Selasa (03/02/2026).

Fahdiansyah, Anggota Pengawasan Terpadu Kabupaten Kuantan Singingi, membenarkan pemanggilan tersebut. “Sudah dilakukan pemanggilan terhadap pihak PT PCS pada saat acara hering di DPRD Kuansing, mungkin dalam waktu dekat tim akan turun, terkait pelanggaran dan informasi yang lengkap, silakan konfirmasi Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.

Riki, bagian bidang Legal PT PCS, menyatakan bahwa ketidaksesuaian yang ditemukan instansi saat melakukan pengawasan telah dilakukan tindak lanjut dan dilaporkan ke instansi terkait. “Sudah dilakukan tindak lanjut dan dilaporkan ke instansi terkait dan saat RDP dengan Komisi juga telah disampaikan juga,” terang Riki.

Masyarakat sekitar, terutama anak-anak, sangat khawatir akan dampak asap hitam ini terhadap kesehatan mereka. “Kami minta pemerintah turun tangan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga kesehatan anak-anak kami,” tegas salah satu orang tua murid dari sekolah yang berada di wilayah itu.

Lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang sangat dekat dengan permukiman warga dan fasilitas publik, termasuk sekolah membuat kekhawatiran semakin besar. Asap hitam yang dikeluarkan PT PCS diduga berpotensi mencemari udara di sekitarnya. Penegak hukum diharapkan segera bertindak untuk melindungi masyarakat dan lingkungan, 11/02/2026.(Mili Taufik)**

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *