Masyarakat Kuala Kampar Pelalawan Adakan Rapat Membahas Penolakan PT.TUM

PELALAWAN, WARTAPOLRI – Masyarakat Kuala Kampar, dari desa Teluk, Teluk Bakau, Teluk Beringin beserta jajaran aparat pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat nengadakan rapat bertempat di kantor kecamatan Kuala Kampar, pada Senin (18/07/22)

Rapat yang dihadiri langsung oleh camat Kuala Kampar Elrasidi Albi didampingi Sekcam dan anggota kepolisian,  anggota DPRD komisi 3 Pelalawan Salehuddin, juga Ketua GNPK Muraddan serta Ketua FMKK Agustian.

Adapun materi rapat adalah pembahasan menolak adanya kehadiran PT TUM di kecamatan Kuala Kampar, dikarenakan tidak adanya penjelasan yang pasti dari perusahaan tersebu mengenai lahan penduduk yang termasuk dalam penggarapan lahan PT TUM yang menyatakan luas lahan 6500 Ha.

Menurut penjelasan ketua GNPK Murad,” HGU PT TUM sudah lewat semenjak diterbitkan tahun 2017 dan sampai sekarang tidak dikelola. Dan yang membuat tidak bisa dikelola kerena lahan pulau penyalai adalah gambut dan rawan terbakar. sesuwai SK yang di terbitkan dan masih banyak lagi hal yang harus dipertimbangkan,” ujar beliau.

Sementara dari ketua FMKK Agustian menyatakan,”Apa bila benar sudah di batalkan masyarakat menuntut 1.Aalat berat yang beroperasi di desa Teluk dihentikan dan di segel. 2. Masyarakat minta penjelasan di tunjukkan MOU yang menjelaskan tentang lahan masyarakat, mengingat masyarakat penyalai adalah pesisir, an banyak lahan yang di klem oleh perusahaan. 3. Menuntut bapak bupati Pelalawan tegas dan jelas dalam menanggapi masalah PT tum di kecamatan Kuala Kampar,”ujar Agustian.

Sementara dari tokoh masyarakat dan pemuda  Kuala Kampar dengan tegas menolak adanya kehadiran PT TUM di kepulauan Penyalai, langsung disampaikan kepada anggota DPRD komisi 3 bapak Salehuddin. Beliau menanggapi dan akan di sampaikan ke rapat dewan, dan meminta supaya masyarakat tidak anarkis dalam bertindak.  (Muin)

Mungkin Anda Menyukai